Bendera Negara: Sang Merah Putih

sang_merah_putihBENDERA NEGARA adalah bendera yang menjadi simbol resmi suatu negara. Setiap negara di dunia memiliki Bendera Negara sebagai bentuk identitas negara tersebut. Bendera Negara Republik Indonesia adalah Bendera Merah Putih. Selain “Merah Putih”, bendera negara kita disebut juga Sang Merah Putih atau Sang Saka Merah Putih atau Sang Dwi Warna.

Menurut UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, pada pasal 4 ayat 1 dan 2 dijelaskan:

(1) Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.

(2) Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.

Maka tidak semua benda atau atribut yang berwarna merah dan putih adalah Bendera Negara. Karena ada ketentuan mengenai ukuran dan bahan yang digunakan. sebagaimana dijelaskan pada Pasal 4 ayat (4), disebut sebagai benda yang merepresentasikan bendera negara. Misalnya:

  • Halsduk atau setangan leher pada seragam pramuka. Menggunakan warna merah dan putih. tetapi bentuknya bukan persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 dari panjangnya.
  • Bentuk Bendera Merah Putih yang digunakan sebagai badge atau pin pada baju.
  • Bendera dari plastik sebagai ornamen/ hiasan. Jika dipasang berderet dengan tali harus dibuat dengan perbandingan ukuran sesuai ketentuan (lihat pasal 22).
  • Umbul-umbul atau semacamnya yang berwarna merah-putih namun bentuk dan ukurannya tidak sesuai ketentuan pada UU tersebut.

ARTI WARNA

Ada beberapa versi arti filosofis dipilihnya warna merah dan putih. Diantaranya:

  • Merah berarti berani dan putih berarti suci.
  • Merah diibaratkan sebagai raga dan putih diibaratkan sebagai jiwa. Keduanya bersatu membentuk manusia yang utuh.
  • Warna merah diambil dari warna gula aren/ gula jawa dan putih diambil dari warna nasi. Keduanya merupakan bahan makanan utama bansa Indonesia khususnya di Pulau Jawa.
  • Merah melambangkan ibu (darah pada sel telur) dan putih melambangkan ayah (benih sel yang akan membuahi sel telur)

Jika melihat kebudayaan yang sangat banyak danbervariasi di Indonesia, kemungkinan setiap daerah/ suku memiliki arti filosofis tersendiri dalam memaknai warna merah dan putih.

BENDERA PUSAKA

Bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan dan disepakati sebagai Bendera Negara pada waktu Kongres Pemuda II. 28 Oktober 1928. Maka dari itu, setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, diadakan pengibaran bendera dengan warna sesuai dengan kesepakatan tersebut. Pengibaran tersebut dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Bendera yang dikibarkan pasca pembacaan proklamasi kemerdekaan itu dikenal dengan sebutan Bendera Pusaka Sang Merah Putih. Jadi hanya ada satu bendera pusaka dan kini disimpan dan dipelihara di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

LARANGAN

Setiap orang dilarang (UU No. 24/2009):

  • merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;
  • memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
  • mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
  • mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
  • memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

Selain itu ada larangan memasang Sang Merah Putih bersilangan dengan bendera bendera atau panji organisasi (UU N0. 24/2009 Pasal 21 Ayat (1) b). Larangan ini sering kita temui dilanggar dalam kegiatan kepramukaan. Maka jika menemukan kejadian pemasangan bendera yang keliru seperti ini, jangan segan untuk mengingatkan bahwa hal tersebut melanggar ketentuang undang-undang.

Larangan yang juga sering dilanggar adalah mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam. Sebaiknya bendera yang sudah dalam kondisi tersebut tidak digunakan lagi.

BENDERA MENYENTUH TANAH

Tidak ada larangan secara spesifik atau ancaman hukuman bagi yang bersangkutan jika sampai ada kejadian Bendera Sang Merah Putih menyentuh tanah. Yang dilarang dan ada ancaman hukuman adalah perbuatan dengan maksud menodai, menghina atau merendahkan kehormatan Bendera Negara.

Yang dimaksud “kehormatan” bukan berarti kita mensakralkan kain. Akan tetapi memperlakukan Bendera Negara dengan maksud menghina bernilai sama dengan menghina negara beserta kedaulatannya.

Memang ada ketentuan saat meaikkan atau menurunkan Sang Merah Putih tidak boleh menyentuh tanah (UU No. 24/2009 Pasal 14 Ayat 1). Maka dalam kondisi lain, ada kemungkinan Sang Merah Putih menyentuh tanah/ lantai, namun tidak bernilai menodai, menghina atau merendahkan. Sebagai contoh:

  • Dalam proses pengibaran bendera raksasa dimana bendera perlu dilipat di atas tanah/ lantai.
  • Dalam proses packing dan penjualan bendera.
  • Bendera yang terjatuh karena kesalahan teknis saat pengibaran atau saat dibawa dengan tongkat.

Tentu contoh-contoh di atas tidak termasuk dalam kategori menodai, menghina atau merendahkan. Pada contoh ketiga, sering ditemui yang bersangkutan mendapat sanksi atau teguran. Hal tersebut bukan dititik beratkan karena bendera menyentuh tanah. Akan tetapi lebih kepada kesalahan keteledoran. Sanksi itupun bukan hukuman sebagaimana orang dihukum karena melanggar aturan perundang-undangan.

Maka kita semestinya bisa mengukur apakah perbuatan seseorang terhadap bendera negara termasuk menurunkan kehormatannya atau tidak. Jangan terjebak pada “menyentuh tanah” berarti menghina atau menurunkan kehormatan. Perhatikan apakah ada faktor kesengajaan atau tidak. Jika disengaja, apakah yang bersangkutan paham atau memang belum paham bahwa perbuatannya berarti menurunkan kehormatan Bendera Negara.

PEMBAHASAN LEBIH MENDALAM

Untuk memahami lebih lanjut silahkan membaca :

  • UUD 1945 Pasal 35
  • Undang-Undang No. 24/2009
  • Pereturan Pemerintah No. 40/1958

Ada artikel terpisah dalam blog ini yang membahas tentang:

  • Sejarah Bendera Merah Putih (dalam proses)
  • Penggunaan Bendera Merah Putih (dalam proses)
  • Tata Cara Pengibaran dan Penurunan Bendera Negara (dalam proses)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s