SKU Penggalang Ramu #22

AREAL PENGEMBANGAN INTELEKTUAL

KOMPETENSI DASAR

Mampu menganalisis situasi dan menyikapinya serta mengaplikasikan IPTEK dan keterampilan Kepramukaan secara kreatif dan inovetif.

STANDARD KOMPETENSI

Memahami pentingnya perkembangan IPTEK dan Keterampilan Kepramukaan.


MATERI SKU

Dapat menjelaskan teknik penjernihan air..

PENCAPAIAN PENGISIAN SKU

Berikut ini adalah contoh materi berkaitan dengan materi SKU ini yang cocok disampaikan kepada peserta didik.

SUMBER: HANDBOOK PRAMUKA PENGGALANG oleh Kak Lanang Kuncoro (materi lebih lengkap terdapat pada buku tersebut).

Air merupakan sumber utama kehidupan di bumi, disamping cahaya matahari dan unsur hara dalam tanah. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa terlepas dari air. Baik untuk konsumsi, kebersihan maupun mengairi tanaman. Sayangnya tidak semua orang hidup di daerah yang memiliki air bersih. Banyak orang yang hidup di daerah cukup air namun kualitas airnya tidak baik.

Untuk mengatasinya, ada banyak cara penyaringan/ penjernihan air.

  1. SARINGAN KAIN KATUN. Ini adalah cara yang paling sederhana. Air disaring langsung menggunakan kain dari bahan katun. Cara ini mampu memisahkan air dari bahan pengotor dan organisme yang berukuran kecil. Namun untuk pengotor dan organisme yang sangat kecil masih bisa lolos.
  2. SARINGAN KAPAS. Cara ini juga masih sederhana dan hasilnya tidak jauh beda dengan cara sebelumnya. Caranya air dialirkan melalui wadah yang berisi kapas. Wadah tersebut memiliki lubang sebagai tempat keluarnya air jernih. Cara ini banyak dilakukan oleh orang yang memiliki aquarium.
  1. AERASI. Aerasi dilakukan dengan mengalirkan oksigen ke dalam air. Sehingga zat-zat seperti karbon dioksisa serta hidrogen sulfida dan metana yang membuat bau bisa berkurang. Partikel mineral seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan mengendap.
  1. SARINGAN PASIR LAMBAT (SPL). Air disaring dialirkan melewati wadah yang berisi lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil ada bagian bawah. Air mengalir dari atas, melewati pasir, lalu ke bawah melewati kerikil kecil hingga kerikil besar.
  1. SARINGAN PASIR CEPAT (SPC). Cara ini menggunakan bahan penyaring seperti pada SPL, tetapi airnya dialirkan melalui lubang di bagian bawah. Dengan tekanan dari sumbernya, air akan naik ke atas melewati kerikil menuju pasir di atasnya. Air akan terkumpul di atas pasir dan keluar melalui lubang di bagian atas.
  1. SISTEM PENYARINGAN AIR GRAVITY-FED. Yaitu gabungan dari SPC dan SPL. Air dialirkan melalui SPC lalu masuk ke SPL dan terakhir ditampung pada wadah/ reservoir. Dengan 2 kali sistem penyaringan, diharapkan hasil airnya lebih jernih.
  1. SARINGAN ARANG. Seperti pada SPC tetapi ditambahi lapisan arang kayu/ batok kelapa. Ari dialirkan dari bawah melewati kerikil besar, kerikil kecil, pasir, lapisan arang dan pasir lagi. Arang berfungsi untuk mengikat kuman dan bakteri jahat dalam air. Arang juga bisa menghilangkan bau dan rasa pada air.
  1. SARINGAN SEDERHANA/ TRADISIONAL. Pengembangan dari saringan arang dengan menambahkan lapisan ijuk/ sabut kelapa.
  1. SARINGAN KERAMIK. Memanfaatkan pori-pori pada keramik sebagai penyaring. Air akan meneter dari bagian bawah keramik. Hasil penyaringannya jernih dan bahan keramik mampu menjadi disifektan/ pembunuh bakteri yang baik. Kelemahannya, penyaringan ini membutuhkan waktu yang lama. Air hasil penyaringan ini bisa disimpan dalam waktu lama dan digunakan pada saat darurat saja. Jika air yang disaring terlalu keruh, maka pori-pori bisa tertutup oleh banyaknya kotoran. Kotoran bisa dibersihkan dengan cara menggosok keramik saat disiram air yang mengalir.
  1. SARINGAN CADAS/ LUMPANG BATU. Cara ini mirip dengan saringan keramik, yaitu memanfaatkan pori-pori pada batu cadas. Cara ini juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan cara SPC dan SPL. Teknik ini banyak dilakukan oleh warga desa Kerobokan di Bali.
  1. SARINGAN TANAH LIAT. Mirip dengan saringan keramik, tetapi menggunakan bahan kendi dari tanah liat.

Untuk meningkatkan kualitas air jika kandungan bakterinya terlalu tinggi, diperlukan bahan pembunuh bakteri seperti kaporit. Karena bahan ini adalah bahan kimia, maka ada resikonya terhadap manusia, meskipun kecil. Untuk mencegah resikonya, pada air yang diberi kaporit, sebaiknya didiamkan dulu pada wadah selama beberapa jam/ seharian agar sisa kaporitnya mengendap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s