SKU Penggalang Ramu #14

AREAL PENGEMBANGAN SOSIAL

KOMPETENSI DASAR

Mampu menerima dan mendorong orang lain untuk menaati norma-norma dan nilai-nilai yang berada di masyarakat lingkungannya.

STANDARD KOMPETENSI

Menerima dan mematuhi peraturan yang diciptakan masyarakat dengan rasa tanggung jawab.


MATERI SKU

Tahu tentang: a. Salam Pramuka, b. Motto, c. Arti Lambang Gerakan Pramuka.

PENCAPAIAN PENGISIAN SKU

Berikut ini adalah contoh materi berkaitan dengan materi SKU ini yang cocok disampaikan kepada peserta didik.

SUMBER: HANDBOOK PRAMUKA PENGGALANG oleh Kak Lanang Kuncoro (materi lebih lengkap terdapat pada buku tersebut).

Salam Pramuka adalah perwujudan sikap seorang pramuka yang menghargai seseorang atau sesuatu. Salam pramuka juga berfungsi sebagai cara menyapa sesama pramuka.

Ada 3 macam salam pramuka menurut pengunaannya:

  1. Salam biasa, digunakan untuk menyapa pramuka yang lain. Pada salam biasa, orang yang memberi salam lebih dahulu adalah pramuka yang pertama kali melihat atau berkesempatan memberi salam (misal: pembina upacara). Yang pertama kali memberi salam tidak harus yang lebih tua atau lebih muda, yang lebih tinggi jabatannya atau sebaliknya.
  2. Salam hormat, diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang berkedudukan lebih tinggi atau perlu dihormati. Antara lain: Bendera kebangsaan pada waktu dinaikkan/ diturunkan/ dibawa masuk/ keluar dalam suatu upacara, jenazah yang sedang lewat atau dimakamkan, kepala negara, wakil kepala negara, panglima tinggi, duta besar, menteri atau pejabat lainnya, saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, saat masuk/ keluar taman makam pahlawan
  3. Salam janji, dilakukan saat mengucapkan Trisatya dalam upacara pelantikan atau renungan ulang janji. Pramuka penggalang belum boleh mengikuti renungan ulang janji. Yang bisa mengikuti renungan tersebut adalah pramuka penegak dan pandega serta anggota dewasa.

Pada salam biasa, orang yang pertama menyapa mengucapkan “Salam Pramuka!”. Lalu yang disapa membalas salam sambil mengucapkan “Salam!”


Moto adalah kalimat/ frasa yang digunakan sebagai semboyan, pedoman atau prinsip. Gerakan Pramuka memiliki moto:

SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN.

[Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Pasal 22]


Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Bermakna bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya berguna, seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa. Lambang tunas kelapa diciptakan oleh R. Soenardjo Atmodipoerwo (Februari 1909 – Mei 1979), seorang pandu yang bekerja sebagai pejabat di Departemen Pertanian. Berkaitan dengan nama beliau, banyak yang menulis dengan menyesuaikan EYD menjadi Sunarjo Atmodipuro.

Lambang tersebut pertama kali digunakan pada Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno. Penganugerahan tersebut disahkan dengan Keppres No. 448 tahun 1961. Makna/ arti kiasan Lambang Gerakan Pramuka dijabarkan menjadi enam bagian, yakni:

  1. Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia
  2. Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan   yang bagaimanapun djuga. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
  3. Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
  4. Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
  5. Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
  6. Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

[Kep. Kwarnas Nomor 006 Tahun 1972]

Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka, yang warnanya disesuaikan. [Anggaran Rumah Tanga Gerakan Pramuka Pasal 120]

  • Pada kepala surat dengan warna blok hitam.
  • Pada bendera pramuka dengan warna blok merah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s