SKU Penggalang Ramu #08

AREAL PENGEMBANGAN SOSIAL

KOMPETENSI DASAR

Mampu menerima dan mendorong orang lain untuk menaati norma-norma dan nilai-nilai yang berada di masyarakat lingkungannya.

STANDARD KOMPETENSI

Menerima dan mematuhi peraturan yang diciptakan masyarakat dengan rasa tanggung jawab.


MATERI SKU

Dapat mengetahui dan memahami tentang hak perlindungan anak.

PENCAPAIAN PENGISIAN SKU

Berikut ini adalah contoh materi berkaitan dengan materi SKU ini yang cocok disampaikan kepada peserta didik.

SUMBER: HANDBOOK PRAMUKA PENGGALANG oleh Kak Lanang Kuncoro (materi lebih lengkap terdapat pada buku tersebut).

Menurut UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 1 angka 5, pengertian anak adalah: “Setiap manusia yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan… “

Berdasarkan kutipan undang-undang di atas, kita tahu bahwa seorang pramuka penggalang masih termasuk anak. Maka, kamu perlu mengetahui dan memahami apa saja hak dan kewajibanmu sebagai anak.

Anak adalah tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri sifat khusus yang menjamin keberadaan bangsa dan negara di masa depan. Oleh sebab itu anak memiliki hak dan kewajiban yang berbeda dengan orang dewasa.

Hak-hak dan kewajiban anak disebutkan dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan juga Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Undang-undang tersebut merupakan wujud peran negara dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak. Sebagaimana tercantum pada Pasal 3 Hak Perlindungan Anak yang menyebutkan bahwa:

“Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.”

Hak-hak anak menurut UU Perlindungan anak pasal 4 s.d. pasal 18 adalah hak:

  1. untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajarsesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi;
  2. atas suatu nama sebagai identitas dan status kewarganegaraan;
  3. untuk beribadah menurut agamanya, berpikir dan berkreasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya dalam bimbingan orang tua;
  4. untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya sendiri;
  5. memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial;
  6. memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya;
  7. memperoleh pendidikan luar biasa, rehabilitasi, bantuan sosial dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial bagi anak yang menyandang cacat;
  8. memperoleh pendidikan khusus bagi anak yang memiliki keunggulan;
  9. menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasisesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan;
  10. untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri;
  11. mendapat perlindungan dan perlakuan diskriminasi, eksploitasi (baik ekonomi maupun seksual), penelantaran, kekejaman, penganiayaan, ketidakadilan serta perlakuan salah lainnya;
  12. untuk diasuh orang tuanya sendiri kecuali jika ada alasan dan/ atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir;
  13. memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi;
  14. memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum;
  15. mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatan yang dipisahkan dari orang dewasa, memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku, serta membela diri dan memperoleh keadilan di depan Pengadilan Anak yang obyektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum, bagi setiap anak yang dirampas kebebasannya;
  16. untuk dirahasiakan, bagi anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan hukum; dan
  17. mendapat bantuan hukum dan bantuan lainnya, bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana.

Sedangkan kewajiban anak tercantum pada UU Perlindungan Anak pasal 19, yakni:

  1. menghormati orang tua;
  2. mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman;
  3. mencintai tanah air, bangsa dan negara;
  4. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya; dan
  5. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s