Drop the Egg Versi Modifikasi

Permainan ini adalah modifikasi dari permainan Drop the Egg (menjatuhkan telur). Jika kamu belum tahu, dalam permainan Drop the Egg pemain memiliki “misi” melindungi sebutir telur menggunakan benda-benda seadanya. Setelah itu, telur dijatuhkan dari ketinggian (misalnya 10 m). Jika telur tidak pecah, berarti pemain telah sukses menjalankan misi. Penjelasan lebih lengkap bisa kamu baca di sini.

PERSIAPAN

Peralatan yang dibutuhkan:

  1. Telur
  2. Benda yang digunakan untuk melindungi telur, seperti: plakban (solasi), sedotan plastik, karet gelang, kertas, dsb.
  3. Penutup mata
  4. Pembatas untuk membuat area permainan.

Sebelum melakukan permainan, fasilitator menyampaikan cerita pendukung.

Di suatu tempat di hutan Kalimantan ada koloni semut yang tinggal di atas pohon. Koloni tersebut terdiri dari 3 (tiga) macam semut dengan tugas yang berbeda-beda: pemikir, komunikator dan pekerja. Karena ada kebakaran hutan, mereka harus menyelamatkan diri dengan bermigrasi. Demi mempertahankan spesiesnya, mereka perlu menyelamatkan telur-telur sebelum bermigrasi. Akan tetapi, keadaannya sulit, karena habitat mereka telah dikepung asap sehingga semut pekerja tidak bisa melihat apa-apa.

CARA BERMAIN

  1. Setelah memaparkan cerita di atas, fasilitator memerintahkan setiap kelompok membagi tugas. 2 orang anggota menjadi pekerja dan sisanya dibagi dua menjadi pemikir dan komunikator.
  2. Pekerja ditutup matanya dan bertugas mencari telur dan melindunginya dengan peralatan yang tersedia tersebar di area permainan. hanya pekerja yang boleh masuk area permainan.
  3. Pemikir tidak boleh berbicara atau menulis. Pemikir dapat melihat area permainan namun tidak boleh masuk ke dalamnya. Pemikir hanya bisa menyampaikan ide-idenya melalui komunikator menggunakan “bahasa tubuh”.
  4. Komunikator membelakangi area permainan, sehingga tidak tahu keadaan di dalamnya. Tugasnya mengarahkan pekerja untuk menemukan telur dan benda-benda yang dibutuhkan untuk melindungi telur berdasarkan informasi dari bahasa tubuh pemikir.
  5. Permainan ini bisa dimulai dengan beberapa kelompok bermain bersama-sama atau bergiliran per kelompok.
  6. Telur dan benda-benda di sebar dalam area permainan. Pekerja masuk ke dalam area permainan dengan mata sudah tertutup sehingga tidak tahu dimana letak telur dan benda-benda tersebut.
  7. Setelah menemukan telur dan benda-benda yang dibutuhkan, pekerja hanya boleh menyusun perangkat untuk melindungi telur di dalam area permainan, sehingga pemain lain idak bisa membantu secara langsung.
  8. Fasilitator memberi batasan waktu, misalnya 5 atau 10 menit. Jika waktu habis, maka permainan berakhir dan apapun hasilnya harus diserahkan untuk dijatuhkan. Jika waktu habis, tetapi semua kelompok belum ada yang selesai, maka fasilitator bisa memberikan waktu tambahan.
  9. Setelah permainan selesai, telur dikumpulkan untuk dijatuhkan. Fasilitator menjatuhkan telur dari ketinggian tertentu (misal 10 meter) dari lantai. Jika telur tidak pecah/ retak berarti kelompok tersebut berhasil menjalankan misinya.
  10. Dalam permainan ini bisa muncul lebih dari satu pemenang. Jika ingin mendapatkan hanya satu pemenang, bisa dilakukan dengan cara menjatuhkan lagi telur-telur yang tidak pecah/ retak dari ketinggian yang lebih tinggi.

KESIMPULAN

Dalam permainan ini kita bisa menunjukkan bahwa setiap anggota kelompok memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada yang menjadi pemikir, komunikator atau pekerja. Potensi yang berbeda, berarti juga memiliki kelemahan masing-masing. Tetapi kelemahan tersebut dapat ditutupi dengan “kerja sama tim”.

Sumber inspirasi: http://www.ultimatecampresource.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s