Kemah Budaya Nasional Tahun 2012

JAKARTA–MICOM:  Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan pramuka bisa digunakan sebagai mediator pembentukan karakter bangsa untuk menanamkan nilai positif dari keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Pramuka atau kepanduan ini ada di seluruh dunia dan memiliki ikrar yang luar biasa,” kata Wiendu kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (5/10), pada jumpa pers penyelenggaraan Kemah Budaya Nasional.

Terkait dengan pendidikan karakter melalui kepramukaan, maka Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merangkul pramuka penggalang untuk menanamkan nilai positif dari keanekaragaman budaya dalam Kemah Budaya Nasional yang diselenggarakan tanggal 11-18 November 2012 di Poliwalimandar Sulawesi Barat.

“Tujuan Kemah Budaya Nasional membekali pramuka hidup damai dalam budaya yang beragam dan menumbuhkembangkan karakter dan jati diri yang baik sekaligus ajang Kemah Budaya Nasional akan menjadi momentum untuk mengembalikan anak putus sekolah,” katanya.

Bupati Polewalimandar Andi Ali Masdar menambahkan pada acara kemah Budaya nasional sekaligus akan dicanangkan program kembali sekolah bagi sebanyak 2.000 anak putus sekolah.

“Dari 3700 yang berhasil kami data bekerja sama dengan Unicef, ada juga yang tidak mau sekolah lagi. Karena itu, bagi anak-anak yang tidak mau kembali ke jalur pendidikan formal akan diarahkan mengambil pendidikan nonformal seperti paket A,” kata Andi.

Lebih lanjut Bupati Andi Ali Masdar menyatakan kesiapannya menerima 700 pramuka penggalang pada kegiatan Kemah Budaya Nasional. “Nantinya, pramuka penggalang akan diajak melihat peninggalan budaya di Poliwalimandar seperti kerajinan kain sutera dan pembuatan perahu rakyat”.

Kemah Budaya Nasional di Sulawesi Barat ini merupakan ke tiga kalinya dan diikuti 33 provinsi. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan bagi peserta dengan berbagai karakter yang ada di Indonesia yang memiliki keragaman sosial dan budaya.

Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta kembali ke daerahnya dan berproses mengolah kekayaan budaya untuk kepentingan pengembangan budaya bangsa yang lebih luas.

Sejumlah kegiatan Kemah Budaya Nasional terdiri dari pergelaran kesenian, permainan tradisional, kreativitas kerajinan tangan, lomba kuliner tradisional, pembacaan cerita rakyat, penjelajahan budaya dan napak tilas sejarah, karnaval budaya, pameran budaya, dan pemutaran film budaya.

Sumber: http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/10/06/353654/293/14/Pramuka_Mediator_Tanamkan_Nilai_Positif_Keberagaman

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s