Gugusdepan Gerakan Pramuka

Gugus depan (gudep) adalah satuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota muda. Bagi anggota muda (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega) wajib menjadi anggota dari sebuah gudep. Anggota muda yang tidak menjadi anggota sebuah gudep belum diakui sebagai “Pramuka”, tetapi baru disebut “pemuda”.

Gugusdepan diatur dalam:

  • Keputusan Kwarnas No. 231 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka, dan dilengkapi
  • Keputusan Kwarnas No. 086 Tahun 1987 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Gugusdepan Pramuka yang Berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi.

download

Pangkalan Gugusdepan

Gugusdepan didirikan pada suatu tempat yang disebut pangkalan. Menurut pangkalannya, gudep dibedakan menjadi 2 macam:

  1. Gugep berbasis satuan pendidikan untuk gudep yang berpangkalan pada sekolah atau kampus perguruan tinggi.
  2. Gudep berbasis komunitas untuk gudep yang berpangkalan selain pada instansi pendidikan di atas atau berpangkalan pada instansi pendidikan milik komunitas tertentu (misalnya sekolah milik yayasan yang berlatar belakang agama tertentu).

Jadi, jika gudep yang berdiri di sekolah milik yayasan dengan latar belakang agama tertentu bisa masuk dalam kategori gudep berbasis satuan pendidikan maupun berbasis komunitas.

Aturan pembagian gudep menurut basis/ pangkalannya ini belum ada pada Keputusan Kwarnas No. 231 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugsdepan Pramuka. Namun sudah diatur pada AD/ ART Gerakan Pramuka terbaru (hasil Munas tahun 2013).

Antara kedua macam gudep berdasarkan basis/ pangkalannya tersebut sebenarnya tidak ada perbedaan. Namun, untuk gudep-gudep berbasis komunitas bisa berkumpul membentuk Satuan Komunitas. Untuk mempelajari tentang Satuan Komunitas kamu bisa melihat pada artikel tersendiri.

Komunitas yang menjadi basis gudep tersebut bisa bervariasi, misalnya:

  • Gudep komunitas kewilayahan didirikan oleh sekelompok orang yang berada di wilayah tertentu. Biasanya berpangkalan pada kantor kepala desa/ kelurahan, kantor kecamatan, dan sebagainya. Gudep yang berdiri di kantor perwakilan Republik Indonesian di luar negeri juga masuk dalam kategori gudep komunitas kewilayahan (gudep wilayah).
  • Gudep komunitas seaspirasi didirikan oleh sekelompok orang yang seaspirasi. Biasanya berpangkalan pada kantor partai politik.
  • Gudep komunitas profesi didirikan oleh sekelompok orang dengan profesi yang sama. Biasanya berpangkalan pada kantor/ instansi profesi tertentu. Seperti: kantor polisi, markas TNI, puskesmas, dan sebagainya.
  • Gudep komunitas organisasi masyarakat didirikan oleh sekelomok orang yang menjadi anggota ormas tertentu. Biasanya berpangkalan pada kantor ormas tersebut.
  • Gudep komunitas keagamaan didirikan oleh sekelompok orang yang seagama atau yayasan/ ormas yangn berlatar belakang agama tertentu. Biasanya berdiri di sekolah/ kampus milik yayasan/ ormas keagamaan.

Yang dimaksud komunitas di sini adalah siapa yang mendirikan. Tetapi penerimaan pesertadidiknya bisa terbuka bagi semua kaum muda. Misalnya di markas/ kantor koramil didirikan gudep oleh para anggota TNI, maka gudep tersebut bisa berupa gudep komunitas kewilayahan (karena didirikan di wilayah koramil tertentu), maupun berupa gudep komunitas profesi (karena didirikan oleh orang-orang yang berprofesi sebagai TNI). Pesertadidik tersebut tidak harus anggota TNI atau pemuda dari keluarga TNI. Setiap pemuda yang memenuhi syarat bisa bergabung ke gudep tersebut.

Satuan Terpisah

Pramuka putra dan putri dihimpun dalam gudep yang terpisah. Jika suatu pangkalan ingin menerima anggota putra dan putri, maka pada pangkalan itu didirikan 2 gudep yang terpisah. Satu gudep putra dan satu gudep putri. Masing-masing gudep berdiri sendiri. Gudep putri semua pesertadidik dan pembinanya putri. Tetapi gudep putra ada kemungkinan memiliki pembina putri. Karena pada perindukan siaga putra bisa dibina oleh pembina putri.

Gudep Lengkap dan Tidak Lengkap

Gugusdepan yang ideal memiliki anggota dari keempat golongan pesertadidik. Semua dihimpun dalam satuan masing-masing. Yakni, perindukan siaga, pasukan penggalang, ambalan penegak dan racana pandega. Gugusdepan Lengkap adalah gugusdepan yang memiliki satuan dari empat golongan tersebut. Sedangkan Gugusdepan tidak lengkap adalah gugusdepan yang hanya memiliki satuan sebagian dari empat golongan pesertadidik.

Gudep yang berpangkalan di SD biasanya hanya memiliki perindukan siaga dan pasukan penggalang. Gudep yang berpangkalan di SMP biasanya hanya memiliki pasukan pengalang saja. Gudep yang berpangkalan di SMA/ SMK biasanya hanya memiliki ambalan penegak saja. Dan gudep yang berpangkalan di kampus perguruan tinggi biasanya memiliki ambalan penegak dan racana pandega saja.

Di Indonesia, hampir semua gudep adalah gudep tak lengkap. Karena setiap gudep yang berpangkalan pada sekolah/ kampus perguruan tinggi tidak diijinkan menerima anggota di luar pelajar di sekolah/ kampusnya. Larangan itu biasanya dikeluarkan oleh pihak pejabat sekolah/ kampus. Padahal, dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka (Jukran Gudep), dijelaskan bahwa hendaknya gudep bersifat terbuka. Maksudnya mau menerima pemuda di luar pelajar di sekolah/ kampusnya untuk menjadi pesertadidik. Memang ada beberapa gudep yang berpangkalan di kampus perguruan tinggi yang mulai terbuka. Itu pun masih belum bisa membentuk gudep lengkap. Karena sekalipun terbuka, jarang ada pemuda/ remaja usia siaga dan penggalang yang mau bergabung ke gudep tersebut.

Gudep yang mudah menjadi gudep lengkap hanya sedikit. Biasanya gudep tersebut berpangkalan pada sekolah swasta yang di dalamnya terdapat SD, SMP sekaligus SMA dan pihak sekolah mengijinkan alumninya yang berusia golongan pandega tetap aktif di gudep.

Pramuka Luar Biasa

Pramuka Luar Biasa adalah sebutan untuk pramuka yang berkebutuhan khusus (difabel). Sebutan itu mungkin mengadopsi dari kata “Sekolah Luar Biasa (SLB)”. Berhubungan dengan pesertadidi dari pramuka luar biasa, ada 3 jenis gudep:

  1. Gudep Pramuka Luar Biasa adalah gudep yang semua peserta didiknya berkebutuhan khusus. Pedoman pembinaan dan pengujian SKU nya disesuaikan dengan mengacu pada Keputusan Kwarnas No. 272 Tahun 1993. Gudep Pramuka Luar Biasa bisa memiliki peserta didik dari semua jenis difabilitas (tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, dsb) atau hanya salah satu difabilitas. Gudep ini biasanya berpangkalan pada SLB dan pembinanya guru dari SLB tersebut.
  2. Gudep Terpadu adalah gudep yang sebagian pesertadidiknya memiliki difabilitas, namun materi latihannya masih sesuai standar pesertadidik biasa (tanpa difabilitas).
  3. Gudep Inklusif adalah gudep yang sebagian pesertadidiknya memiliki difabilitas dan materi latihan bagi penyandang difabilitas sudah disesuaikan.

Organisasi Gugusdepan

Gudep yang berada di dalam negeri berada dikoordinasi, dibina dan dikontrol oleh kwartir ranting. Kecuali gudep yang berpangkalan pada kampus perguruan tinggi oleh kwartir cabang. Sedangkan gudep yang berada di luar negeri oleh Kwartir Nasional. Khusus untuk gudep yang berada di luar negeri juga perlu berkoordinasi dengan NSO (National Scouting Organization) setempat. Warga negara asing di Indonesia juga bisa mendirikan gudep dengan berkoordinasi pada Kwartir Nasional melalui kwartir daerah setempat.

Setiap gudep memiliki nama dan nomor gudep. Gudep dapat menggunakan nama pahlawan, tokoh masyarakat atau tokoh dalam cerita rakyat, nama tempat yang bersejarah, nama benda-benda di jagat raya, yang memiliki keistimewaan seperti galaksi dan sebagainya yang dapat memotivasi kehidupan gudepnya. Nama gudep didaftarkan ke Kwarcab bersama-sama dengan pendaftaran gudep tersebut untuk mendapatkan pengesahan dan nomor. Nomor gudep diatur oleh kwartir cabang (kecuali untuk gudep di luar negeri diatur oleh Kwartir Nasional). Gudep putra memiliki nomor ganjil sedangkan gudep putri memiliki nomor genap. Secara administratif gudep juga memiliki nama menggunakan nomor gudep dengan format: Nama_Kwarcab XX.YYY. XX adalah 2 digit nomor kwarran yang diatur oleh kwarcab. dan YYY adalah 3 digit nomor gudep yang juga diatur leh kwarcab.

Setiap golongan pesertadidik dihimpun dalam satuan perindukan siaga, pasukan penggalang, ambalan penegak dan racana pandega. Setiap satuan tersebut terdiri dari satuan yang lebih kecil, yaitu barung siaga, regu penggalang, sangga penegak. Sedangkan racana tidak memiliki satuan yang lebih kecil. (Pada aturan lama racana juga memiliki satuan lebih kecil yang disebut reka, namun pada aturan terbaru dihapus).

Setiap satuan dibina oleh Tim Pembina Satuan. Perindukan Siaga dan pasukan penggalang dibina oleh Tim Pembina siaga yang terdiri dari 1 pembina dan 3 pembantu pembina sesuai golongannya. Ambalan penegak dibina oleh 1 pembina dan 2 pembantu pembina. Bedanya dengan siaga dan penggalang, Tim Pembina pada ambalan penegak dipilih oleh Majelis Penegak. Racana pandega dibina oleh 1 pembina dan jika diperlukan dibantu oleh 1 pembantu pembina atau nara sumber ahli (bukan pramuka). Tim Pembina racana pandega juga dipilih oleh Majelis Racana.

Semua Tim Pembina berkumpul dalam satu organisasi disebut Pembina Gugusdepan. Baik pembina maupun pembantu pembina adalah pembina pramuka, bukan pesertadidik. Sebutan “pembantu pembina” adalah jabatan, bukan berarti dia belum menjadi pembina. Maka, baik pembina maupun pembantu pembina (keduanya biasa disebut pembina pramuka) adalah anggota dewasa yang sebaiknya sudah lulus KMD dan memiliki SHB. Anggota Dewasa yang belum memiliki SHB tetap boleh menjadi pembina pramuka. Namun Ia tidak berhak menguji SKU pesertadidiknya, kecuali Ia memiliki keahlian tertentu sesua dengan syarat-syarat dalam SKU. Pembina gudep setiap 3 tahun sekali mengadakan Musyawarah Gugusdepan (Mugus) untuk memilih satu orang dari pembina pramuka untuk menjadi Ka. Gudep (ketua gugusdepan).

Dewan Kehormatan Gugusdepan merupakan badan tetap yang dibentuk oleh Pembina Gudep sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah, penghargaan dan sanksi. Dewan Kehormatan Gudep berasal dari Mabigus, Ka. Gudep, 2 orang pembina satuan dan bila perlu perwakilan dari Dewan AMbalan dan Dewan Racana.

Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan (BPK) adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gugusdepan dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan. Anggota BPK Gudep bukan berasal dari pembina gudep. Mereka dipilih saat Mugus dan dilantik bersama pengurus/ pembina gudep.

Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) berasal dari unsur-unsur: orangtua pesertadidik yang merupakan perwakilan dari tiap satuan, tokoh-tokoh masyarakat termasuk para pengusaha di lingkungan gugusdepan yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka, serta mampu menjalankan peran majelis pembimbing. Ka. Gudep secara ex officio juga menjadi anggota Mabigus. Ka. Mabigus dipilih dari salah satu anggota Mabigus. Namun pada prakteknya, gudep yang berpangkalan di sekolah langsung menunjuk kepala sekolah yang menjadi Ka. Mabigus.

Untuk lebih jelas, organisasi setiap satuan di gugusdepan, cara pembentukan gudep, administrasi satuan dan kegiatan-kegiatan gudep dibahas pada artikel tersendiri. Daftar artikel tersebut bisa kamu lihat di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s