Penjuru Mata Angin

Pembina mengumpulkan siaga berbaris berbanjar setiap barung. Yang bermain adalah siaga yang paling depan di setiap barung. Siaga tersebut diminta menutup mata terlebih dahulu. Siaga lain, yang dibelakangnya, tidak boleh memberi tahu atau bersuara dahulu. Pembina mengatakan, “Siaga sekarang sedang menghadap ke utara. Tolong tunjukkan dimana arah (sebut salah satu arah mata angin selain utara).”

Lalu siaga yang bermain harus segera menghadap ke arah mata angin yang disebutkan, membuka mata dan diam pada posisi itu. Pembina mencatat siaga yang salah, kemudian siaga yang paling depan berpindah ke barisan paling belakang.

Permainan dilanjutkan sampai semua siaga bermain. Barung yang unggul adalah yang anggotanya paling sedikit melakukan kesalahan.

Satu pemikiran pada “Penjuru Mata Angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s