Wawancara Kerja

Pernah ada sebuah perusahaan yang melakukan penjaringan karyawan dengan cara unik. Hanya dengan sebuah wawancara kerja dengan satu pertanyaan. Namun cara ini mampu menyeleksi dan hanya meloloskan satu pelamar saja dari ratusan pelamar.

Dalam wawancara itu, pelamar diminta mencari solusi paling tepat untuk masalah dalam cerita ini.

Anda, sedang mengendarai sepeda motor di tengah-tengah hujan deras melewati jalanan yang sepi di pinggiran kota. Anda berhenti di sebuah halte bus dimana ada 3 orang yang kedinginan menunggu bus.

Orang pertama adalah seorang dokter, anda mengenalnya. Karena dokter tersebut pernah menyelamatkan nyawa anda dan sampai saat ini anda masih mencari cara untuk membalas budinya. Kebetulan dokter tersebut sedang sangat tergesa-gesa karena ada panggilan darurat untu mengoperasi pasien.

Orang kedua adalah seorang nenek-nenek. Anda tahu benar bahwa bus berikutnya masih berjam-jam lamanya. Tidak mungkin nenek itu mampu bertahan dalam kondisi cuaca seperti malam itu. Ia harus segera sampai di rumahnya.

Orang ketiga yang ada di halte tersebut adalah seorang wanita yang tidak anda kenal, tetapi selama ini anda menunggu-nunggu kesempatan bisa berkenalan dengannya. Seandainya kamu menolongnya dengan mengantarnya pulang, ia pasti sangat berterimakasih dan ada banyak kesempatan mencuri perhatiannya.

Dari 3 orang tersebut, anda hanya bisa menolong salah seorang saja. Karena motor anda hanya bisa dinaiki 2 orang. Apalagi dalam keadaan hujan lebat seperti saat itu. Siapakah yang akan anda tolong?

Orang yang berpikir pertanyaan itu adalah soal kesetiaan dan membalas budi terhadap perusahaan, akan memilih menolong Sang Dokter. Toh, dalam cerita tersebut anda tidak mengenal 2 orang lainnya.

Orang yang mengira pertanyaan itu menguji rasa kemanusiaannya, akan memilih menolong Sang Nenek. Karena ia lah yang paling tidak mungkin bertahan dari cuaca malam itu.

Orang yang berpikir bahwa ia sedang diuji tentang bagaimana ia mengambil kesempatan dari sebuah peluang kecil akan memilih menolong wanita idaman. Karena kesempatan langka seperti itu tidak datang 2 kali. membalas budi bisa lain kali. Kalau ada apa-apa dengan nenek itu, kan ada seorang dokter bersamanya.

Semua pelamar kerja yang menjawab, tidak satupun yang tepat. Kecuali hanya satu orang yang bisa menjawab dan dialah satu-satunya pelamar yag diterima.

Jawabannya, saya akan meminjamkan motor saya kepada dokter dan memintanya mengantarkan pulang Sang Nenek. Sementara itu, saya akan pulang naik bus. Berjam-jam menunggu di halte yang sepi dalam cuaca seperti itu masih merupakan kesempatan langka untuk bisa berkenalan dan mencari perhatian dari wanita idaman.

***

Bukan sekedar soal win-win solution. Tetapi kisah di atas menunjukkan bahwa pilihan solusi dalam setiap masalah tidak terbatas pada apa yang kita ketahui saja. Dengan berpikir bijak, barulah solusi yang menguntungkan semua pihak (win-win solution) bisa diambil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s