Kontrak Belajar

Selain perkemahan, kegiatan Pramuka (terutama golongan penegak dan pandega) biasanya berupa pelatihan, baik untuk mengembangkan kepemimpinan maupun manajemen dalam berorganisasi. Salah satu langkah untuk mengoptimalkan proses pelatihan adalah dengan membuat konsensus antara panitia penyelenggara dengan peserta pada awal pelatihan. Konsensus tersebut hanya berupa aturan/ tata tertib yang disepakati dan ditaati bersama.

Namun, ada hal yang lebih penting dan sering terlewatkan, yaitu KONTRAK BELAJAR. Kontrak belajar adalah istilah umum untuk aturan sederhana namun mendasar yang harus ditaati oleh peserta pelatihan. Jika anda melakukan searching di internet, ada banyak sekali model poin kontrak belajar. Dalam artikel ini saya memperkenalkan salah satu bentuk kontrak belajar yang menurut saya paling baik.

  1. PROAKTIF
  2. MANGHARGAI DIRI SENDIRI
  3. MENGHARGAI ORANG LAIN

Berikut ini penjelasan masing-masing poin.

Proaktif

Setiap peserta pelatihan harus bersikap proaktif. Jika ada yang belum mengerti, segera bertanya saat ada kesempatan. Jika ada tawaran sukarela menjalankan tugas tertentu harus optimis mampu dan menawarkan diri. Harus ada komunikasi 2 arah dalam setiap materi atau kegiatan.

Pelatihan akan sangat tidak efektif jika pesertanya pasif, maka poin yang satu ini harus benar-benar dicamkan. Ingatkan berkali-kali pada peserta pelatihan untuk proaktif.

Menghargai Diri Sendiri

Semua peserta harus paham bahwa mereka beragkat dari titik yang sama, dengantujuan yang sama di akhir pelatihan. Orang yang menghargai diri sendiri tidak akan “minder” dengan merasa peserta lainnya lebih hebat da dirinyalah yang paling “bodoh” diantara semua peserta. Ingatkan, bagaimana mungkin kita bisa dihargai orang lain, jika diri kita sendiri yang menganggap rendah diri sendiri. Rendah hati itu harus, tetapi kalau rendah diri tidak perlu.

Menghargai diri sendiri juga berarti berani menjaga kehormatan diri. Jangan mau direndahkan, sekalipun oleh panitia atau bahkan pemateri.

Menghargai Orang Lain

Jika tidak bisa menjalankan 2 aturan sebelumnya, setidaknya hargailah peserta yang lain. Jangan sampai dengan ulah kita, seluruh peserta terganggu dalam memahami materi atau kegiatan dalam pelatihan. Seringkali terjadi peserta yang tidak serius dalam pelatihan, mencari kawan untuk diajak tidak serius.

Panitia/ pemateri hendaknya tidak usah sungkan-sungka dalam menindak peserta yang melanggar kontrak nomor 3 (tiga) ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s