Kenapa Engkau Tak Menolongku, Tuhan?

Dalam pelatihan atau kursus seringkali kita dihadapkan dengan peserta yang bosan sehingga tidak memperhatikan. Sementara mereka juga sudah bosan diajak icebreaking dengan bernyanyi dan tepuk tangan. Alternatifnya, suguhkan sedikit anekdot (cerita lucu). Namun bukan sembarang cerita, ambil cerita yang ada hikmahnya.

Cerita ini hanya rekaan belaka, tidak mungkin terjadi di dunia nyata.

Di atas atap sebuah rumah duduklah seorang Pak Tua. Wajahnya tetap tenang, meskipun rumahnya dan rumah lainnya terendam banjir hingga hampir ke atap. Lalu datanglah perahu penyelamat dari tim SAR menghampiri Pak Tua itu.

“Mari Pak Tua, kami adalah tim SAR, naiklah ke perahu kami agar anda bisa kami antar ke tempat yang aman.” Kata petugas SAR.

“Tidak perlu anak muda, kau tolonglah yang lain, aku yakin Tuhan pasti menolong aku!”

Perahu itu pun berlalu.

Tiga jam kemudian datang lagi perahu dari tim SAR yang lain, “Pak Tua, air banjir sudah hampir menutupi seluruh atap rumah, segeralah naik ke perahu kami untuk menuju ke tempat aman.”

“Tidak usah menolongku anak muda, aku yakin Tuha pasti akan menolongku.”

Perahu kedua ini pun berlalu.

Tiga jam berlalu, dan kini air benar-benar sudah menutupi semua atap rumah. Datang lagi sebuah perahu tim SAR. “Pak Tua, aku diberi tahu 2 tim sebelumnya, anda tidak mau diselamatkan. Kini semua warga sudah selamat hanya tinggal anda sendiri. Jika tidak ikut perahu kami sekarang, kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, banjir semakin tinggi dan arus semakin deras.”

“Jangan khawatir anak muda, pergilah, kau tak perlu menolong aku karena aku yakin Tuhan pasti akan menolongku.

Perahu ketiga ini akhirnya berlalu juga.

Karena air semakin meninggi dan arus air makin deras, Pak Tua itu pun terseret arus dan tenggelam. Setelah meninggal, roh Pak Tua protes kepada malaikat pencabut nyawa.

“Aku tidak terima, ini tidak adil namanya. Setiap hari aku rajin beribadah dan beramal baik pada orang di sekitarku. Ketika aku mengalami kesulitan, kenapa Tuhan tidak menolongku?”

Malaikat pencabut nyawa menjawab, “Tidak menolong bagaimana? Bukankah Tuhan mengirimkan 3 perahu penyelamat sebelum kedatanganku? Itulah pertolongan Tuhan, namun engkau menolak pertolongan-Nya!”

HIKMAH CERITA

Dengan kasih dan sayangnya Tuhan senatiasa menolong manusia yang kesulitan, tanpa memandang suku, agama dan siapa orangnya. Namun sering kali manusia lah yang menolak pertolongan Tuhan tersebut. Entah karena putus asa, atau karena pertolongan itu datang dengan cara yang tidak disukai atau bahkan mungkin karena pertolongan itu datang lewat tangan orang yang dibenci. Percayalah, Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kita, manusia, hendaknya selalu membuka hati da jangan sombong, sehingga ketika pertolongan/ petunjuk menghampiri kita, kita menyadari dan mampu mengambilnya.

Satu pemikiran pada “Kenapa Engkau Tak Menolongku, Tuhan?

  1. Imam Prasetyo

    Setuju bnget tu.,.,.😀
    Bg2.lah cara Tuhan mnolong qt d stiap mslah, mmang trkdng qt tak sadar ats pertolongan-Nya,.,.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s