ZERO Minded

Beberapa waktu yang lalu ada status facebook adek DA yang bermain dengan angka. Semacam “joke” matematika gitu. Kalau angka 1 ditambah 2, berarti sama dengan 12. Bisa dibuktikan terbalik, harusnya 12 – 1 hasilnya 1. Ternyata memang benar, kalau angka 12 dikurangi angka 2, bukankah tinggal angka 1? Hahahaha

Hal itu mengingatkan saya tentang sebuah filosofi menarik yang berhubungan dengan angka. Zero Mind. Berhubungan dengan angka “nol”.

Angka 0 Dalam Sejarah

Sejarah mencatat bangsa yang banyak menghasilkan ilmuwan di masa lalu adalah bangsa Yunani dan Romawi Kuno. Angka paling kuno yang sampai sekarang masih digunakan adalah sistem angka Romawi. Namun, jika kamu menggunakan angka Romawi untuk perhitungan matematika, kamu akan menemukan kelemahan sistem angka itu. Sulit sekali berhitung dengan angka Romawi.

Tahukah kamu kelemahan yang paling mendasar dari sistem angka Romawi? Dalam sistem angka Romawi tidak ada lambang untuk angka 0 (nol). Inilah kehebatan angka nol. Sistem penomoran paling kuno yang sudah memasukkan dan mengerti pentingnya angka nol adalah sistem angka Arab. Yaitu penomoran yang selama ini kita pakai, seperti 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Kalu dalam menulis sehari-hari kamu memakai huruf latin, maka angka yang kamu tulis bukan angka latin tetapi angka Arab.

Bayangkan jika dalam penulisan angka tidak mengenal angka nol. Sulit sekali melakukan perhitungan. Bahkan, dalam ilmu matematika yang mengenal sistem penomoran dengan 2 angka (biner), 3 angka, 4 angka hingga 10 angka (desimal) selalu melibatkan angka nol. Sistem biner berarti hanya mengenal 2 lambang angka 0 dan 1.

Filisofi Angka 0 (Nol)

Dengan cara pandang yang benar, kita bisa memposisikan diri seperti angka nol.

Dalam penjumlahan, angka berapapun jika ditambah nol maka hasilnya akan sama dengan angka tersebut. Analogikan dengan kita yang bisa menetukan sikap netral dalam kondisi tertentu. Begitu pula dalam pengurangan, angka nol tetap netral.

Dalam perkalian, angka nol semakin hebat. Berpa besarpun angka yang kamu kiliki, jika sudah dikalikan dengan nol, maka akan habis. Bukan cuma sikap netral, angka nol juga memiliki sikap yang kuat untuk menetralkan angka lain. Bayangkan seperti saat kita menghadapi musuh besar kita, kita harus mampu menetralkannya, mengalahkannya, tetapi bukan membuatnya jadi minus.

Sandingkan angka nol dengan angka lain. Tentu yang dihasilkan angka dengan nilai sepuluh kali lipat. Sandingkan 2 buah angka nol, maka akan dihasilkan angka dengan nilai seratus kali lipat. Lihatlah betapa powerfullnya angka nol. Hendaknya, jika kita disandingkan dengan orang lain, kita bisa bekerja sama dengan sinergis menghasilkan kekuatan berkali lipat.

Dalam pembagian, kekuatan angka nol akan terlihat lebih hebat lagi. Berapapun bilangannya, kalau sudah dibagi dengan angka nol, maka hasilnya luar biasa, tak terhingga. Sampai-sampai kalkulator atau komputer paling canggih sekalipun akan menuliskan tanda “ERROR”. Bukan perhitungannya salah, tetapi processor dalam komputer tak mampu menjangkau tak terhingganya hasil pembagian tersebut.

Angka nol (zero) yang sering diremehkan karena posisinya yang paling bawah. Dianggap sebagai angka kecil, bahkan melambangkan kekosongan. Tetapi kenyataannya, bukankah angka nol (zero) memiliki kemampuan yang istimewa dibandingkan dengan angka-angka lain.

7 Konsep Zero Minded

Hal ini diungkapkan oleh Ary Ginanjar Agustian dalam konsep ESQ nya yang terkenal.

  1. Hindari berprasangka buruk (Su’udzon atau underestimate), usahakan berprasangka baik.
  2. Berprinsiplah selalu kepada Allah yang maha Abadi.
  3. Bebaskan dirimu dari pemikiran dan pengalaman yang membelenggu. Berpikirlah merdeka!!
  4. Dengarlah suara hati, peganglah prinsip karena Allah, perpikirlah melingkar, sebelum menentukan kepentingan dan prioritas.
  5. Lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan suara-suara hati yang bersumber dari Asmaul Husna
  6. Periksa pikiran Anda terlebih dahulu sebelum menilai segala sesuatu, jangan melihat sesuatu karena pikiran Anda, tetapi lihatlah sesuatu karena apa adanya
  7. Ingatlah bahwa segala ilmu pengetahuan adalah bersumber dari Allah Subhana wa ta’alaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s