Pramuka, Gerakan Pramuka dan Kepramukaan

Bagi Kakak-kakak yang sudah berpengalaman dalam Pendidikan Kepramukaan, barangkali tidak asing lagi dengan istilah-istilah di atas. Akan tetapi, “di luar sana” masih banyak kawan, tetangga, kenalan, rekan kerja, mantan, gebetan atau siapapun yang butuh penjelasan mengenai istilah-istilah tersebut.

Asal-Muasalnya

Kepramukaan dirintis oleh Baden-Powell dengan sebutan scouting. Anak muda yang dibina dalam program scouting tersebut disebut scouts (belakangnya pakai huruf “s” sebagai bentuk jamak dalam Bahasa Inggris. CMIIW).

Kenapa B-P memilis sebutan “scout“? Karena B-P terinspirasi dari tugasnya ketika di militer, yaitu menjadi military scout (semacam tim pengintai yang bertugas mengumpulkan data awal sebelum pasukan di belakangnya masuk ke area tersebut). Keterampilan hidup di alam terbuka (woodcraft) yang menjadi media pembelajaran dalam scouting diambil dari kompetensi yang Baca lebih lanjut

Kegiatan Khas di Hari Pramuka

Hari Pramuka adalah “hari Besar” tahunan bagi pramuka di seluruh Indonesia. Pada hari itu (14 Agustus 1961) Presiden Soekarno menganugrahkan “Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional”. Panji tersebut merupakan perlambang bersatunya organisasi kepanduan menjadi satu organisasi Gerakan Pramuka.

Demikian berartinya Hari Pramuka, maka setiap tahun pramuka di seluruh Indonesia memperingatinya dengan menggelar berbagai acara. Diantaranya berupa kegiatan yang diagendakan secara rutin dan menjadi kegiatan yang khas. Apa saja kegiatan tersebut?

Renungan Ulang Janji

Renungan ulang janji (RUJ) idelnya dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus menjelang terbitnya fajar. Namun akhir-akhir ini lebih sering dilaksanakan pada malam tanggal 13 Agustus. Acara inti pada  Renungan Ulang Janji adalah renungan yang sebelumnya dibuka dengan penyalaan 10 obor sambil mengucapkan Dasadarma. Kemudian diakhiri dengan “Ulang Janji”. Yaitu pengucapan Trisatya bersama-sama. Tujuannya mengingatkan bahwa setiap pramuka membawa amanah berupa janji dan komitmen yang terkandung dalam Trisatya. Baca lebih lanjut

Satuan Komunitas Pramuka

Satuan Komunitas Pramuka (disingkat: Sako) adalah himpunan beberapa Gugus Depan yang memiliki latar belakang komunitas tertentu.

Baik Gugus Depan yang berbasis satuan pendidikan maupun berbasis komunitas dapat membentuk Sako apabila memiliki kesamaan latar belakang profesi, aspirasi maupun agama. Misalnya Gugus Depan yang berpangkalan pada sekolah milik yayasan yang berlatar belakang keagamaan.

Sako dapat dibentuk di tingkat cabang (kabupaten/kota), daerah (provinsi), dan nasional dengan ketentuan:

  • Sako di tingkat cabang dapat dibentuk apabila sekurang-kurangnya ada 5 (lima) Gugus Depan yang bergabung dalam satu wilayah kwartir cabang.
  • Sako di tingkat daerah dapat dibentuk apabila sekurang-kurangnya ada 5 (lima) Sako di tingkat cabang dalam satu wilayah kwartir daerah.
  • Sako di tingkat nasional dapat dibentuk apabila sekurang-kurangnya ada 5 (lima) Sako di tingkat daerah.

Baca lebih lanjut

Organisasi Gerakan Pramuka

TEKPRAMPetunjuk yang mengatur tentang tugas pokok dan fungsi serta struktur organisasi Gerakan Pramuka terdapat pada Keputusan Kwarnas No. 220 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengenal bagaimana struktur organisasi dalam Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka adalah satu-satunya organisasi penyelenggara Pendidikan Kepramukaan (scouting) di Indonesia. Yakni atas dasar Keppres 238 Tahun 1961 dan diperkuat oleh UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Fungsi utama Gerakan Pramuka adalah sebagai “LEMBAGA PENDIDIKAN” non-formal di luar lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan keluarga. Baca lebih lanjut

Tanda Pengenal Gerakan Pramuka

TEKPRAMTanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, yang dapat menunjukkan diri seorang Pramuka, dan/atau Satuan, kemampuan, tanggungjawab, daerah asal, wilayah tugas, kecakapannya dan tanda penghargaan yang dimilikinya.

Tanda Pengenal Gerakan Pramuka dibagi menjadi 5 (lima) kelompok :

  1. Tanda Umum yaitu tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik.
  2. Tanda Satuan yaitu tanda yang dapat menunjukkan satuan/kwartir tertentu, tempat seorang Pramuka tergabung.
  3. Tanda Jabatan yaitu tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka.
  4. Tanda Kecakapan yaitu tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai dengan golongan.
  5. Tanda Penghargaan yaitu tanda yang menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang, atas jasa, darma bakti, dan lain-lainnya, yang dianggap cukup bermutu dan berguna bagi Gerakan Pramuka, Gerakan Kepramukaan Sedunia, masyarakat, bangsa, negara, dan umat manusia.

Baca lebih lanjut

Siapakah Pembina Pramuka?

TEKPRAMMeskipun sama-sama menggunakan kata “PEMBINA”, istilah-istilah kepramukaan berikut ini beda artinya lho….

  • Pembina Pramuka adalah anggota dewasa yang bertugas membina peserta didik dalam Pendidikan Kepramukaan. Untuk menjadi Pembina Pramuka harus telah lulus KMD (Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar), menyelesaikan masa Narakarya I dan mendapatkan SHB (Sertifikat Hak Bina).
  • Pembina Pramuka Mahir adalah Pembina Pramuka yang telah lulus KML dan menyelesaikan masa Narakarya II. Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan, berhak mengenakan selendang mahir dan pita mahir.
  • Pamong Saka adalah Pembina Pramuka yang bertugas membina di Satuan Karya Pramuka. Jadi untuk menjadi Pamong Saka harus telah memenuhi syarat menjadi Pembina Pramuka terlebih dahulu.
  • Pelatih Pembina adalah Pembina Pramuka yang telah lulus KPD (Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar) dan menyelesaikan masa Naratama I. Pelatih Pembina memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap anggota dewasa melalui kegiatan yang dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan.

Dalam UU Gerakan Pramuka dan AD/ART hasil Munas Tahun 2013 muncul istilah baru Pembina Muda dan Instruktur Muda. Baca lebih lanjut

Kenapa Bukan HUT Pramuka?

Pada tanggal 14 Agustus 2017 mendatang kita akan memperingati Hari Pramuka ke-56. Tanggal 14 Agustus dipilih sebagai Hari Pramuka  karena pada tanggal 14 Agustus 1961, organisasi Gerakan Pramuka pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat. Bukan hanya di Jakarta, melainkan juga kepada seluruh rakyat Indonesia di berbagai daerah.

Di Jakarta, tidak kurang 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Pawai Pembangunan dan berdefile  di depan Presiden Soekarno. Dalam kegiatan ini, presiden melantik Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas), Kwartir Nasional (Kwarnas) dan Kwartir Nasional Harian (Kwarnari). Kemudian presiden memberikan amanat dan penganugerahan tanda penghargaan sekaligus kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia kepada Gerakan Pramuka. Panji tersebut merupakan lambang perjuangan serta persatuan untuk dijunjung tinggi. Baca lebih lanjut

Sekilas Baden-Powell, Perintis Pendidikan Kepramukaan

Baden-Powell adalah Bapak Perintis Kepramukaan (The Founder of Scouting). Di Indonesia lebih dikenal sebagai Bapak Kepramukaan Dunia atau Bapak Pandu Dunia. Baden-Powell yang juga dikenal dengan julukan B-P merintis Gerakan Pendidikan Kepramukaan (Scouting) terinspirasi dari pengalaman selama bertugas sebagai pengintai militer (military scout) di alam terbuka dan kegiatannya dalam organisasi kepemudaan Boys Brigade.

Baden-Powell lahir di London, 22 Februari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth Powell. “Robert Stephenson” diambil dari nama kakeknya, sedangkan “smyth” diambil dari nama keluarga dari pihak ibunya (Henrieta Grace Smyth). Waktu kecil B-P memiliki nama panggliang “stephe” (dibaca stevie). Untuk mengenang dan menghormati suaminya (Baden Powell), ibu B-P mengganti nama keluarganya dari Powell menjadi Baden-Powell. Nama lengkap B-P menjadi Robert Stephenson Smyth Baden-Powell. Baca lebih lanjut