Dewan Ambalan Penegak

Dewan Ambalan

Sesuai dengan konsep metode pembinaan Pramuka Penegak, yaitu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk memimpin, merencanakan dan mempertanggungjawabkan sendiri kegiatan yang mereka laksanakan. Maka dalam sebuah gugus depan, kegiatan penegak dikelola oleh Pramuka Penegak itu sendiri denga pembina hanya sebagai penasehat (konsultasi) dan pengawas (monitoring). para penegak yang mengelola kegiatan di gugus depan itu diwadahi dalam organisasi dewan ambalan.

Idealnya, sangga adalah satuan penegak yang terdiri dari 8 – 10 orang yang dipimpin oleh seorang pinsa (pimpinan sangga) dan dibantu oleh seorang wapinsa (wakil pimpinan sangga). Setiap 4 sangga membentuk satu ambalan yang dipimpin oleh seorang pembina dan dibantu pembina lain sebagai pembantu pembina. Seharusnya, pembina yang memimpin ambalan itu dipilh oleh penegak. Untuk menggerakkan semua ambalan yang ada, dibentuklah dewan ambalan.

Syarat untuk bisa menjadi dewan ambalan, selain harus menjadi anggota gudep, minimal sudah dilantik sebagai penegak bantara.

Aplikasi dan Improvisasi

Hampir seluruh gugus depan yang ada di Indonesia adalah gugus depan tidak lengkap yang berpangkalan di sekolah-sekolah. Gudep yang beranggotakan Pramuka Penegak biasanya berpangkalan di sekolah setingkat SMA. Jarang ada pengelompoka 4 sangga menjadi satu ambalan, apalagi dipimpin oleh seorang pembina yang dipilih oleh penegak. Aplikasinya, hanya dibentuk sangga-sangga saja dan dibentuk kepengurusan dewan ambalan.

Improvisasi lainnya adalah masalah keorganisasian antara dewan ambalan penegak putri dan putra. Menurut prinsip satuan terpisah, seharusnya hanya ada gudep putri dan gudep putra dalam 2 gudep yang berbeda. Otomatis dewan ambalan yang dibentuk juga ada dewan ambalan untuk penegak putri dan putra yang keorgaisasiannya terpisah dengan kpengurusan masing-masing. Namun, sistem administrasi di sekolah tempat gudep tersebut berpangkalan tidak memungkinkan hal tersebut. Maka, aplikasinya secara keorganisasian dewan ambalan putri dan putra seolah-olah menjadi satu. Metapi tetap diusahakan semaksimal mungkin terpisah. Maka dewan ambalan putri dan putra memiliki nama sendiri dan struktur kepengurusan sendiri, tidak dicampur antara putri dan putra. hanya saja bergerak mengelola kegiatan di gudepnya bersama-sama.

Tugas Pokok dan Fungsi

Dewan ambalan memiliki satu tugas, yaitu mengelola kegiatan penegak di gugus depannya. Sesuai dalam “tribina” yaitu bina diri, bina satuan dan bina masyarakat, maka kegiatan tersebut boleh bersifat keluar dari gugus depan sepanjang yang mengelola kegiatan tetap dewan ambalan dan tidak melanggar batasan wewenangnya.

Susunan Pengurus

Dewan ambalan memiliki struktur organisasi sederhana, yakni:

  • Ketua, biasa disebut pradana.
  • Pemangku adat
  • Sekretaris, biasa disebut kerani
  • Bendahara, biasa disebut juru uang
  • Anggota

Ketua, pemangku adat, keradi dan bendahara adalah pimpinan dewan ambalan. jadi kepemimpinan dalam dewan ambalan bersifat kolektif, bukan dibebandak pada ketua saja. Untuk memudahkan pembagian tugas  dalam mengelola kegiatan gudep, anggota dewan ambalan kadang dileompokkan dalam bidang-bidang tertentu. Yang paling lazim adalah dalam bidang giatops (kegiatan dan operasional) da tekpram (teknik kepramukaan). Namun hal ini tidak ada aturan yang menwajibkan dan tidak juga melarang.

Dewan Kehormatan

Selain dibentuk dewan ambalan, dalam sebuah gudep yang beranggotakan penegak juga dibentuk Dewan Kehormatan Penegak. Dewan Keormatan Penegak ini diketuai oleh Pemangku Adat (menurut keputusan kwarnas no. 231 tahun 2007). Tugasnya adalah:

  • Pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan tindakan atas pelanggaran terhadap kode kehormatan
  • Peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka¬† Penegak
  • Rehabilitasi anggota Ambalan Penegak

Sangga Kerja

Untuk melaksanakan kegiatan yang besar dan membutuhkan kepanitiaan khusus,Dewan Ambalan bisa membentuk kepanitiaan yang dinamakan Sangga Kerja. Sangga Kerja tersebut bersifat sementara, dibentuk saat akan mengadakan kegiatan dan dibubarkan setelah kegiatan berakhir dan dipertanggungjawabkan. Sangga Kerja diketuai oleh seorang Ketua Sangga Kerja (Kasangker). Kasangker mempertanggungjawabkan kinerjane kepada pimpinan Dewan Ambalan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s